Kajian Tentang Basmalah
daftar isi :
1. basmalah adalah induk seluruh kitab suci
2. basmalah fondasi untuk memulai segala kebaikan
5. Materi lhnu Hikmat: Kasus Basmalah
VIDEO |awal mula bismillalh | mengenal huruf pada diri manusia |
Basmalah adalah Induk Seluruh Kitab Suci, Bagaimana Penjelasannya?
Mari kita awali semua langkah kaki, gerak hati, lirik mata, dan hal yang bersifat positif dengan ucapan,
“بسم الله الرحمن الرحيم”
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
كل امر ذي بال لا يبدأ بسم الله الرحمن الرحيم فهو اقطع
Kullu amrin dzibalin laa yubda’u bi bismillahirrohmanirrohim fahuwa aqtho’.
Setiap perkara/urusan/aktivitas yang bermakna, tidak dimulai dengan Bismillahirrahmaanirrahim, maka aktivitas itu menjadi terputus keberkahannya.
Ibarat hewan peliharaan yang gemuk-gagah tanpa ekor. Memang ekor tak pengaruhi kuantitas daging, akan tetapi kualitas hewan akan menurun. Begitu juga dengan ibadah atau pekerjaan yang tidak dibuka dengan basmalah.
Alasan lain selain yang tersebut adalah terletak pada kesempurnaan makna yang terkandung dalam basmalah.
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa jumlah kitabullah yang diturunkan ke bumi berjumlah 104, dengan perincian: 60 suhuf untuk Nabi Syits (putra Nabi Adam), 30 suhuf untuk Nabi Ibrahim, 10 suhuf untuk Nabi Musa (sebelum Taurat), Taurat (Nabi Musa) , Zabur(Nabi Daud) , Injil (Nabi Isa) , dan Al-Furqon (Nabi Muhammad saw) .
Makna semua kitab yg tersebut terhimpun dalam Alquran. Adapun makna Alquran terkandung dalam Surat Al-Fatihah. Makna surat Fatihah sendiri tercakup dalam “basmalah”. Tidak cukup sampai di sini, makna basmalah terkumpul dalam huruf “ba'”nya yang memiliki arti “karena sebab diriku (Allah) adanya sesuatu yang telah ada dan sebab diriku (Allah) akan ada sesuatu yang bakal tercipta”. Bahkan sebagian ulama’ masih ada yang menyimpulkan bahwa makna ba’nya basmalah tergabung pada titik tunggalnya yang menandakan akan Ke-Esaan Allah Swt. Sungguh secara tidak langsung ketika kita membaca basmalah telah mengkhatamkan 104 kitab. Subhanallah.
Keterangan mengenai hal tersebut terdapat dalam kitab Majalis As-Saniyah, Kitab Syarah Hadits Arbain Linnawawi, hal. 3,
قيل ان الكتب المنزلة من السماء الى الارض مائة واربعة. صحف شيث ستون وصحف ابراهيم ثلاثون وصحف موسى قبل التوراة عشرة والتوراة والانجيل والزبور والفرقان. ومعاني كل الكتب مجموعة في القرآن ومعاني القرآن مجموعة في الفاتحة ومعاني الفاتحة مجموعة في البسملة ومعاني البسملة مجموعة في بائها ومعناها “بي كان ما كان بي يكون ما يكون” وزاد بعضهم ومعاني الباء في نقطتها اي في ذالك اشارة الى الوحدة. وهي عدم التعدد فهو الواحد الذي لا نظير له. (المجالس السنية: ص ٣
💛💜Mari kita biasakan lisan selalu basah dengan basmalah saat akan memulai sesuatu yang diridai-Nya. Allah ta’ala a’lam.💜💛
Basmalah dalam ‘Aqidatul Awam: Fondasi untuk Memulai Segala Kebaikan
Kitab ‘Aqidatul Awam merupakan salah satu kitab yang populer dalam kalangan umat Islam, khususnya dalam mempelajari dasar-dasar akidah. Salah satu ajaran penting yang diuraikan dalam kitab ini adalah pentingnya memulai setiap perkara baik dengan membaca Basmalah, yaitu “Bismillahirrahmanirrahim.”
Membaca Basmalah tidak hanya merupakan sunnah Rasulullah SAW, tetapi juga mengandung makna yang dalam tentang keberkahan dan perlindungan dari Allah SWT. Basmalah mengingatkan setiap Muslim untuk senantiasa bergantung kepada kekuatan dan kasih sayang Allah, karena segala sesuatu yang dilakukan tanpa menyebut nama-Nya seringkali tidak mendatangkan manfaat dan berkah.
أَبۡـدَأُ بِاسۡمِ ٱللهِ وَٱلرَّحۡـمَنِ * وَبِالرَّحِيمِ دَائـِمِ ٱلۡإِحۡسَانِ
Saya Memulai dengan Menyebut Nama Allah;
Yang Maha Pengasih serta Penyayang juga terus-menerusnya Kebaikan
Sesuatu yang baik selayaknya disandingkan dengan sesuatu yang baik pula, sebagaimana pengarang kitab ‘Aqidatul Awam memulai karangannya tersebut dengan kalimat basmalah. Hal ini bukan tanpa alasan, ada beberapa dasar yang mendorong pengarang kitab tersebut untuk memulai anggitannya dengan basmalah.
Meminta keberkahan dan pertolongan kepada Allah tentu menjadi alasan utama untuk perampungan syairan yang dikarangan oleh sang pengarang. Syeikh al-Marzuki dalam mengarang nadhom ‘Aqidatul Awam mengikuti alur tulisan sebagaimana dalam al-Qur’an al-Karim yaitu segala surat dalam kalamullah tersebut dimulai dengan kalimat basmalah, demikian dalam anggitannya yang beliau beri nama ‘Aqidatul Awam. Hal ini selaras dengan awal mula turunnya ayat al-Qur’an yang berbunyi:
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ
Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!”. (Surat al-‘Alaq: 01/30)
Segala aktivitas baik seharusnya selalu dimulai dengan menyebut nama Allah yang Maha Kuasa, baik membaca, menulis, berdiskusi dan sebagainya. Karena tanpa kehendak dari Allah segala aktivitas manusia tidak akan berjalan sempurna. Oleh karena itu menjadi penting (bahkan sangat dianjurkan) memulai segala hal baik dengan menyebut nama Allah (basmalah). Hal ini juga sebagai bentuk pengamalan terhadap sabda Rasulullah Shallawahu ‘Alaihi wa Sallam yang berbunyi:
كل أمر ذي بال لا يبدأ فيه ببسم الله الرحمن الرحيم فهو أجذم أو أقطع
Artinya: “Setiap perkara baik, jika tidak didahului dengan (membaca) basmalah, maka (hal itu menjadi) sesuatu yang terpotong atau terputus (keberkahannya)”. (Umdatul Qori, Hal. 102 Juz 1)
Hadis di atas menegaskan bahwa memulai segala perkara baik dengan mengucapkan basmalah adalah hal yang sangat penting. Hal ini agar keberkahan dari Allah SWT senantiasa menyertai setiap aktivitas kita.
Imam ad-Dau’ani memberikan penjelasan menarik bahwa aktivitas apa pun yang tidak diawali dengan basmalah, meskipun secara kasat mata tampak selesai, sebetulnya kurang sempurna dan berkurang keberkahannya. Perkara baik yang dimaksud di sini adalah segala sesuatu yang dianggap penting oleh syariat dan tidak melanggar aturan syariat.
Membiasakan diri mengucapkan basmalah sebelum memulai aktivitas merupakan langkah kecil yang berdampak besar dalam meraih keberkahan dari Allah SWT. Mari kita mulai membiasakan diri untuk selalu mengucapkan basmalah dalam setiap aktivitas kita.
والمعنى ناقص وقليل البركة، وهو وإن تم معنى لا يتم حساً. والأمر ذو البال هو كل ما يُهتم به شرعاً، فعلا كان كالتأليف، أو قولاً كالقراءة، شريطة أن لا يكون محرماً لذاته، أو مكروهاً لذاته، أو ذكراً محضاً، أو مما جعل له الشارع مبدأ غير البسملة كالأذان، أو لا يكون من سفاسف الأمور ككنس زبل ونحوه.
Artinya: “Maksudnya: berkurang dan sedikitnya barokah, sekalipun secara makna telah sempurna, namun sejatinya tidak. Adapun setiap perkara baik adalah segala sesuatu yang dianggap penting oleh syariat, seperti aktivitas mengarang, membaca, dengan syarat perkara tersebut bukan termasuk perkara yang haram, makruh atau berupa dzikir atau segala aktivitas (sekalipun baik) yang tidak dianjurkan untuk dimulai dengan basmalah, seperti: adzan, atau beberapa perkara yang kotoran, seperti: membersihkan kotoran atau semacamnya”. (Mujizu al-Kalam Syarh Aqidatul Awam, Hal. 9)
Keunikan Lafadz-lafadz Basmalah
Lafadz-lafadz pada basmalah memiliki beberapa keunikan. Keunikan yang dimaksud ialah beberapa lafadz yang ada memiliki makna khusus, bahkan huruf ba’ yang berapa di awal kalimat tersebut memiliki makna filosofis. Sebagaimana yang ditulis oleh Imam ad-Dau’ani dalam kitabnya bahwa huruf ba’ pada lafadz بسم الله memiliki makna untuk membersamai (mushahabah) beserta berharap barokah (tabarruk).
Dikasrahkan huruf ba’ pada lafadz basmalah bukan tanpa alasan, ada makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Hal tersebut sebagai edukasi bagi seorang hamba yang ingin “sampai” (wushul) kepada Allah dengan cara merundukkan dadanya dan dengan penuh ketundukan hati serta dengan penuh kesederhaan akan penghambaan kepada Allah. (Mujizu al-Kalam Syarh Aqidatul Awam, Hal. 10)
Sedangkan pada lafadz Allah ulama berbeda pendapat,
Terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang asal usul lafadz Allah. sebagian menyebutkan bahwa lafdzu al-jalalah tersebut berasal dari satu kata kerja, namun sebagian yang lain menolaknya. Berikut perinciannya:
Pendapat Pertama. Beberapa ulama berpendapat bahwa lafadz Allah berasal dari kata kerja “وَلِهَ” (wa-la-ha) yang berarti “membuat tercengang”. Huruf “wawu” kemudian diubah menjadi hamzah, dan ditambahkan alif dan lam. Argumen mereka adalah bahwa Allah SWT memiliki sifat-sifat yang begitu agung dan sempurna sehingga membuat pikiran manusia tercengang saat mencoba memahaminya.
Pendapat Kedua. Pendapat lain mengatakan bahwa lafadz Allah berasal dari kata “أَلِهَ” (ali-ha) yang berarti “ketenangan hati seorang hamba”. Maksudnya, hati manusia hanya akan menemukan ketenangan saat menyebut lafadz Allah. Demikian pula jiwa manusia akan merasa senang ketika mengenal Allah SWT.
Penolakan Pendapat Pertama dan Kedua:
Imam ar-Razi, Imam Khalil, dan Imam Syibawaih menolak kedua pendapat di atas. Mereka berpendapat bahwa lafadz Allah tidak berasal dari kata apapun, melainkan merupakan isim alam (nama yang berdiri sendiri) yang menjadi identitas bagi Allah SWT. Nama ini tidak memiliki makna khusus dan tidak dapat dijangkau oleh akal manusia.
Argumen mereka adalah jika lafadz Allah berasal dari kata lain, maka akan memiliki makna yang luas dan beragam. Namun, lafadz Allah tidak memiliki makna yang beragam, melainkan memiliki makna tunggal dan mutlak.
Asal usul lafadz Allah masih menjadi perdebatan di kalangan ulama. Pendapat yang paling kuat adalah bahwa lafadz Allah merupakan isim alam yang tidak berasal dari kata apapun dan memiliki makna tunggal dan mutlak. Hal ini menunjukkan keagungan dan keunikan Allah SWT yang tidak dapat dipahami oleh manusia sepenuhnya
👅Keajaiban Basmalah
Kisah pertama:
Nabi Musa a.s mengalami sakit pada perutnya. lalu, mengadulah ia kepada Allah Swt., kemudian Allah memerintahkan Nabi Musa untuk mengambil sejenis daun di padang pasir. Nabi Musa lalu mengunyah dan langsung sembuh atas izin Allah Swt. Kemudian Nabi Musa mengalami lagi sakit yang sama pada perutnya. Maka Nabi Musa langsung mengunyah dedaunan itu, tetapi sakitnya malah tambah nyeri.
Lantas Nabi Musa mengatakan hal itu kepada Allah Swt. seraya berkata “ Wahai rabbku!, saat pertama aku makan, aku langsung sembuh. Dan tatkala aku makan yang kedua kalinya, bertambah nyeri penyakitku”.
Allah Swt menjawab, “Saat pertama kamu sakit, kamu memohon kepadaku untuk kesembuhan. Dan pada kali kedua, kamu langsung saja mengunyah tanpa meminta izin dariku, maka bertambahlah sakitmu. Tidakkah engkau tahu bahwasannya dunia ini semuanya adalah racun yang membunuh, dan penawarnya adalah namaku?”
Kisah kedua:
Rabiatul Adawiyah menghabiskan waktunya pada malam hari di dalam tahajud dan shalat malam, ketika terbit fajar dan shalat subuh, barulah ia tertidur. Seorang pencuri masuk ke dalam rumahnya dan mengambil pakaiannya, pencuri itu menuju pintu tetapi gagal menemukan jalan keluar. Kemudian pencuri itu meletakkan pakaian yang ia curi, dia melihat jalan keluar. Ia melakukan itu sebanyak tiga kali dan tetap saja hasilnya seperti yang pertama.
Tiba-tiba terdengar suara dari sudut rumah, “tinggalkanlah baju itu dan keluarlah, karena sesungguhnya ketika sang pencinta tertidur, sang penguasa tetap terjaga”
:الثَّالِثَةُ
كَانَ بَعْضُ الْعَارِفِينَ يَرْعَى غَنَمًا وَحَضَرَ فِي قَطِيعِ غَنَمِهِ الذِّئَابُ، وَهِيَ لَا تَضُرُّ أَغْنَامَهُ، فَمَرَّ عَلَيْهِ رَجُلٌ وَنَادَاهُ: مَتَى اصْطَلَحَ الذِّئْبُ وَالْغَنَمُ؟ فَقَالَ الرَّاعِي: مِنْ حِينِ اصْطَلَحَ الرَّاعِي مَعَ اللَّهِ تَعَالَى
Kisah ketiga:
Ada seorang bijaksana menjaga domba. Suatu hari serigala datang tetapi tidak mengganggu dombanya. Seseorang yang lewat dan melihat hal itu lalu berseru, “ sejak kapan serigala berdamai dengan domba?” Orang bijaksana itu menjawab “sejak penjaga domba berdamai dengan Allah.”
Sekian tafsir yang diangkat dari kisah tentang keajaiban basmalah yang disingkap oleh Imam Ar-Razi dalam kitab Mafatih al-Ghaib. Tafsir ini mengajarkan kita agar senantiasa tidak meninggalkan bacaan basmalah saat hendak memulai aktivitas.
Materi Ilmu HIkmah : Basmalah
Tidaklah lengkap membicarkan ilmu hikmat tanpa dibarengi dengan materi yang biasa digunakan mereka dalam mencapai tujuan clan maksud tertentu. Oleh karenanya clalam analisis ini penulis menganggap perlu mengemukakannya demi kelengkapan tulisan ini, yakni basmalah. Al-Nazili dalam kitabnya Khazjnah AI-Asrar mengkodifikasi beberapa Hadis tentang Basmalah, seperti halnya Hadis: "Ketika fibril datang kepadaku dengan membawa waf!)lu pertama, fibril mengajarkan بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم ,
bahwa Utsman bin Affan menanyakan kepada Nabi tentang بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Nabi menjawab bahwa بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
adalah nama dari beberapa nama Allah SWT Antara nama-nama Allah Yang Maha Besar itu berdampingan ibarat warna hitam mata dengan putih. Ism al-A 'dham adalah Allah.
Begitu pula al-Bukhari menyatakan dari Jabir bahwa nama Allah yang lebih agung adalah Allah. Apakah kau tidak tahu bahwa semua apa yang ada dalam al-Qur'an dimulai dengan nama ini. Dan Rasul s.a.w. bersabda, bahwa: "Ketika basmalah diturunkan, maka penduduk langit merasa senang,yaitu para malaikat, bergetarlah seluruh 'Arary karena turunnya basmalah. Ketika turunnya disertai seribu malaikat dan bertambah kuat imannya, Jin menundukkan wqjahnya, galaksi-galaksi berg,erak, para malaikat merendahkan diri karena kebesaran basmalah. "
11 Abu Nu'ain clan Ibn al-Sinni meriwayatkan dari 'Aisyah r.a., ia. menyampaikan bahwa ketika diturunkan بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم gunung-gunung membaca tasbih sehingga terdengar oleh ahli Mekkah. Dengan demikian ada yang menyatakan Muhammad telah menyihirnya, sehingga Allah memunculkan kabut yang meliputi kota Mekkah, kemudian Rasul bersabda: "Barangsiapa yang membaca Bismillah, dengan sryakin-yakin"nya, maka gunung-gunung pun membaca tasbih, namun orang tersebut tidak mendengarnya. "
Dalam suatu riwayat bahwa gunung-gunung dan batu-batu semuanya membaca tasbih, namun manusia tidak mendengar tasbih mereka. 13 lbn Sinni clan al-Dailami meriwayatkan dari Ali r.a., "Apabila kamu jatuh disuatu lobang, maka ucapkan
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ maka Allah akan menyimpangkan segala bahaya sesuai kehendaknya, Diriwayatkan dari Ibn Abbas, dia menyatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang membaca بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ العَلِيِّ العَظِيْمِ maka Allah menghilangkan tujuh puluh pintu bahaya, keraguan, kesusahan, dan kebosanan". (demikian menurut al-Durr Mantsur)
Praktek Pembacaan Basmalah Tentang bagaimana basmalah sebagai satu formula ilmu hikmat dipraktekkan,sebagai contoh, dapat dilihat pada apa yang telah diformulasikan oleh Al-Nazili, di antaranya sebaga1 berikut :
- "Barangsiapa yang membaca basmalah menjelang ticlur sebanyak 21 kali, maka ia aman pada malam itu dari gangguan setan, kejahatan manusia dan jin, maling, kebakaran, mati mendadak, dan menolak segala macam marabahaya dan malapetaka.
- Barangsiapa membaca basmalah sebanyak 41 kali pada telinga orang gila atau yang pingsan, maka akan segera dikembalikan ingatannya.
- Barangsiapa terkena penyakit atau sihir, bacalah basmalah sebanyak seratus kali selama tujuh hari berturut-turut atau lebih, maka Allah akan menghilangkan sakit atau sihir tersebut.
- Barangsiapa membaca basmalah pada waktu terbit matahari hari Ahad dan menghadap kiblat, sejumlah bilangan rasul, yakni 313 kali, kemudian membaca salawat kepacla Nabi sebanyak seratus kali, maka Allah akan memberi rezeki yang ticlak tercluga clengan faclhilah clan karomah di sisi-Nya.
- Barangsiapa membaca basmalah setelah subuh empat puluh hari sejumlah 2.500 kali dengan tekad yang benar, melihat keutamaan dan keistimewaannya, Allah akan membuka pintu hati, mendapatkan sesuatu yang gaib, ilmu laduni dan rahasia yang menggembirakan.
- Menurut Al-Ghazali: "Barangsiapa membaca basmalah 12.000 kali, setiap seribu kali salat dua rakaat, kemudian minta apa saja yang dikehendaki, lantas dilanjutkan membacanya, salat dan berdoa sampai sejumlah di atas, maka Allah akan mengabulkannya. "
- Barangsiapa menulis basmalah di atas kertas putih sebanyak seratus satu kali kemudian dipendam dalam kebun, maka tumbuhan yang ditanam akan baik pertumbuhannya dan sempurna buahnya, aman dari hama, dan hasilnya berlimpah dengan izin Allah SWT.
- Barangsiapa yang menulis basmalah dengan pena bulu sebanyak tiga kali, kemudian dijahitnya untuk memburu ikan, dicemplungkan ke laut, maka ikan berkerumun, tertuju kepada ujung kail, sehingga mendapatkan limpahan penuh, melampaui target yang semestinya.
- Barangsiapa yang menghendaki agar dicintai, disenangi, diagungkan clan dimuliakan di sisi pemerintah, penegak hukum clan semua manusia, atau berusaha masuk ke lingkungan mereka demi kemaslahatan, hendaknya berpuasa pada hari Kamis, berbuka dengan tamar (kurma) clan sedikit gula, membaca basmalah 121 kali setelah salat Maghrib clan melestarikannya hingga menjelang tidur,
- clan pada hari Jumat membaca basmalah 121 kali setelah salat Subuh, kemudian basmalah tersebut ditulis dengan za'Jaran, misik, clan air mawar di atas kertas dengan huruf terputus-putus sebanyak 21 kali, seperti contoh berikut : r ,.s CJ J , 0 r CJ J , o J J , r ..r ,.,., Kemudian membakar bukhur 'aud clan dibawa untuk sendirinya, maka setiap orang yang melihat akan betul-betul jatuh cinta. "
- Masih menurut al-Nazili, bahwa: "Barangsiapa yang menulis lajadl jalalah, yakni nama Allah sebanyak 66 kali di atas gelas yang bersih, kemudian dituangkan air clan diminumkan kepada yang sakit, niscaya Allah akan menyembuhkan sakit apa saja yang dideritanya.
- Barangsiapa yang menulis � )' dengan huruf terputus sebanyak 280 kali, kemudian membawanya, maka tak akan dilukai alat perang apapun, tidak terlukai oleh pisau clan pedang. Hendaknya ditulis dengan tertib clan penuh husnudzan.
- Barangsiapa terkena penyakit kepala, tulis � )' dengan huruf terputus, sebanyak 21 kali, kemudian membawanya dalam setiap perjalanan, Insya Allah sembuh.
- Dalam Syarah al-Kabir bagi Al-Jami al-Shaghir, Al-Manawi berkata: menurut riwayat, ketika basmalah diturunkan maka tergoncanglah bumi, lantas al-Zabaniyah mengatakan: 'Siapa yang membacanya ticlak akan dimasukkan ke neraka, yakni basmalah berjumlah sembilan belas huruf sesuai clengan jumlah malaikat yang ditugasi sebagai penunggu neraka.
- Barangsiapa banyak membacanya maka timbul kehebatan di sisi alam atas clan alam bawah, yaitu sampai Allah mendirikan kerajaan Sulaiman a.s.
- Barangsiapa yang menulis sebanyak seratus kali clan membawanya, maka Allah akan memberikan kehebatan pacla seluruh hati manusia. Yang lain lagi mengatakan bahwa
- barangsiapa yang menulis basmalah sejumlah 625 kali, Allah akan memberi kehebatan yang sangat besar clan tidak menutup kemungkinan untuk menimbulkan kebinasaan bagi orang lain clengan izin Allah. Ini telah dilakukan secara eksperimental clan hasilnya sangat positif.
- Yang lain beranggapan bahwa barangsiapa yang menulis di atas kertas pacla hari pertama bulan Muharam sebanyak 113 kali clan membawanya maka ticlak akan menemui sesuatu yang dibencinya selama hiclup.
- Penclapat lain menyatakan barangsiapa yang membaca basmalah sebanyak 12.000 kali, setiap seribu membaca salawat Nabi clan meminta kebutuhannya, clemikian hingga selesai. Insya Allah clengan izin-Nya permintaan akan terkabul.
- Barangsiapa yang membaca basma/ah clengan jumlah besar hurufnya, yakni 786 kali selama tujuh hari berturut-turut clengan niat apa yang dikehenclaki, apakah mau menclapatkan kebaikan atau menolak kejahatan atau ingin menclapatkan barang-barang, maka dia akan terkabul dengan izin Allah.
Komentar
Posting Komentar